Rabu, 09 April 2014

Wishing tree at our wedding


Wishing Tree

Penambahan aksesoris berupa wishing tree dalam sebuah acara resepsi nikahan, jarang sekali kami lihat. Pernah beberapa kali lihat, tapi itu hanya sebatas di internet di acara nikahan orang yang tidak kami kenal. Malah seringnya kami lihat dalam bentuk 'pohon angpau' di acara imlek. Beda fungsi sih memang tapi satu arti. Keinginan kami untuk menambahkan wishing tree sebagai aksesoris yang unik memang sudah kami rencanakan sejak lama, karena pada dasarnya kami memang ingin membuat sebuah acara yang memberikan pengalaman atau pemandangan yang beda bagi para undangan.

Awalnya untuk wishing tree ini, kami berniat untuk mencari sendiri saja. Istri sudah pernah usaha buat nyari ke toko bunga, toko aksesoris dll tapi ga nemu-nemu. Saking frustrasinya, bahkan kami sempat niat nebang sendiri pohon yang ukuran dan bentuknya dirasa cocok terus nanti dicat terus ditaro di pot..hahaha. Tapi karena dianggap terlalu merepotkan, akhirnya kami meminta saja secara khusus kepada Destiny Catering di Bandung sebagai vendor yang bertanggung jawab untuk masalah dekor. Sedangkan untuk wishing card-nya, saya desainkan sendiri terus dicetak di percetakan kartu nama.

Desain Wishing card
Hasilnya? Untuk wishing tree yang disediakan oleh Destiny Catering, kami merasa sangat puas. Bentuk dan ukurannya sesuai dengan yang kami inginkan, bahkan dikasih lebih dengan hiasan bunga-bunga dan hiasan merpati. Cantik dan mewah. Sayangnya ini cuman nyewa, ga bisa kami bawa pulang..

(Emang kalau dibawa pulang, mau ditaro dimana? hahahaha...)

Di hari-H, wishing tree ini banyak memikat banyak tamu undangan. Selain karena penempatan yang disengajakan disamping pintu masuk, bentuknya yang menarik juga menjadi alasan. Banyak kerabat khususnya teman-teman kuliah yang memanfaatkan wishing tree ini untuk mendoakan kami. It was a unique way to give us a wish. And we got a lot of wishes...haha, thanks guys :)






.

Sabtu, 05 April 2014

Honda Mobilio, our first car


Kalau sebelum-sebelumnya gw cuman bisa minjem mobil orang tua dan mertua, alhamdulillah sekarang gw bisa beli mobil sendiri dengan uang hasil keringat gw dan istri. Buat DP-nya dulu, biar kredit, tapi tetep ada sebuah kebanggaan :)

Manusia jaman sekarang, kredit aja bangga..hahahaha

Awalnya niat pengen punya mobil, kami ngincer mobil second. Alasannya nyari yang murah aja, sesuai kantong. Tapi dipikir-pikir lagi, beli baru bakal lebih menjamin dari segi performance mobilnya dan lebih aman. Secara akhir-akhir ini gw sering liat berita mengenai mobil second yang performance mobilnya ga sesuai dengan yang digemborkan penjualnya.

Sebelum Honda Mobilio keluar, kami sempat mengincar mobil Daihatsu Terios, Toyota Rush, Kia New Picanto dan Suzuki Ertiga. Kemudian pilihan mengerucut ke arah Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio yang akhirnya kami sepakat memilih Honda Mobilio.

D 1286 ABS, mobil pertama kami yang bakal kami masukan dalam sejarah keluarga kami. Kalau nanti anak-anak nanya "Pa, mobil papa yang pertama apa?". Gw bakal jawab, "Honda Mobilio nak..dan papa belinya kredit."

"Wow kredit!! aku bangga sama papa..", tuh kan...anaknya juga bangga kredit :))

Ya itu aja sih, gw ga mau ngebahas secara teknikal kenapa gw milih Mobilio dan bagaimana spek-nya. Kalau mau baca tentang review Honda Mobilio, ditunggu aja deh, tapi ga janji :)

Photo dari sales-nya, masih di gudang
Udah dirumah..
UPDATE!!

Ternyata nomer polisi D 1286 ABS itu nomer polisi sementara (surat jalan sementara). Setelah STNK asli keluar, nomer polisi yang fix ternyata jadi D 1491 ABR. Hehehehe

Nopol Narsis :))


.

  © This site designed by ndakmaupakeotak @2008