Selasa, 06 Mei 2014

Ada yang lebih enak dari Nutella??


Musnah sudah propaganda Nutella sebagai selai cokelat terenak di kepala gw dan istri. Pada malam itu, setelah kami mencoba yang namanya Ceres Choco Spread Choco Hazelnut. Nyam..Nyam..

Cerita awalnya kami berdua ngidam pengen makan roti pake Nutella. Tapi setelah kami cari di Superindo dekat rumah, Nutella-nya habis. Kecewalah kami, sampe-sampe kami pengen bakar itu toko dan kami ambilin semua kondom yang ada disitu (lho??).

Nyari tempat lain udah ga mungkin karena udah malem dan keburu udah laper pengen roti pake selai cokelat. Jadinya kami coba beli merk lain yang ada saja. YANG PENTING SELAI COKELAAATTT..GRRWWAAAARRRR !!!

Saat itulah kami berdua bertemu untuk pertama kalinya dengan Ceres Choco Spread. Dari banyak varian, kami pilih yang tutupnya merah, yang 'Choco Hazelnut'. Ga ada ekspektasi lebih dari selai cokelat yang satu ini, karena di kepala kami masih terpatri bahwa Nutella-lah yang masih terlezat.

Tapi semuanya berubah dalam satu gigitan saja...SATU!!

"ANYIIIING, INI MAH LEBIH ENAK DARI NUTELLAAAA !!!!"

Mulut gw ama istri berasa orgasm berulang-ulang. FOODGASM.. MOUTHGASM..

Gw tau selera orang emang beda-beda. Apalagi untuk menilai selai cokelat mana yang paling enak. Tapi buat gw dan istri, CERES CHOCO SPREAD lebih enyak dari NUTELLA...

Inih Diah!!
Promo di Path :p


NB: Ini bukan postingan berbayar, bukan iklan. Ini murni suara hati sepasang kekasih pecinta cokelat :)

.

Rabu, 09 April 2014

Wishing tree at our wedding


Wishing Tree

Penambahan aksesoris berupa wishing tree dalam sebuah acara resepsi nikahan, jarang sekali kami lihat. Pernah beberapa kali lihat, tapi itu hanya sebatas di internet di acara nikahan orang yang tidak kami kenal. Malah seringnya kami lihat dalam bentuk 'pohon angpau' di acara imlek. Beda fungsi sih memang tapi satu arti. Keinginan kami untuk menambahkan wishing tree sebagai aksesoris yang unik memang sudah kami rencanakan sejak lama, karena pada dasarnya kami memang ingin membuat sebuah acara yang memberikan pengalaman atau pemandangan yang beda bagi para undangan.

Awalnya untuk wishing tree ini, kami berniat untuk mencari sendiri saja. Istri sudah pernah usaha buat nyari ke toko bunga, toko aksesoris dll tapi ga nemu-nemu. Saking frustrasinya, bahkan kami sempat niat nebang sendiri pohon yang ukuran dan bentuknya dirasa cocok terus nanti dicat terus ditaro di pot..hahaha. Tapi karena dianggap terlalu merepotkan, akhirnya kami meminta saja secara khusus kepada Destiny Catering di Bandung sebagai vendor yang bertanggung jawab untuk masalah dekor. Sedangkan untuk wishing card-nya, saya desainkan sendiri terus dicetak di percetakan kartu nama.

Desain Wishing card
Hasilnya? Untuk wishing tree yang disediakan oleh Destiny Catering, kami merasa sangat puas. Bentuk dan ukurannya sesuai dengan yang kami inginkan, bahkan dikasih lebih dengan hiasan bunga-bunga dan hiasan merpati. Cantik dan mewah. Sayangnya ini cuman nyewa, ga bisa kami bawa pulang..

(Emang kalau dibawa pulang, mau ditaro dimana? hahahaha...)

Di hari-H, wishing tree ini banyak memikat banyak tamu undangan. Selain karena penempatan yang disengajakan disamping pintu masuk, bentuknya yang menarik juga menjadi alasan. Banyak kerabat khususnya teman-teman kuliah yang memanfaatkan wishing tree ini untuk mendoakan kami. It was a unique way to give us a wish. And we got a lot of wishes...haha, thanks guys :)






.

Sabtu, 05 April 2014

Honda Mobilio, our first car


Kalau sebelum-sebelumnya gw cuman bisa minjem mobil orang tua dan mertua, alhamdulillah sekarang gw bisa beli mobil sendiri dengan uang hasil keringat gw dan istri. Buat DP-nya dulu, biar kredit, tapi tetep ada sebuah kebanggaan :)

Manusia jaman sekarang, kredit aja bangga..hahahaha

Awalnya niat pengen punya mobil, kami ngincer mobil second. Alasannya nyari yang murah aja, sesuai kantong. Tapi dipikir-pikir lagi, beli baru bakal lebih menjamin dari segi performance mobilnya dan lebih aman. Secara akhir-akhir ini gw sering liat berita mengenai mobil second yang performance mobilnya ga sesuai dengan yang digemborkan penjualnya.

Sebelum Honda Mobilio keluar, kami sempat mengincar mobil Daihatsu Terios, Toyota Rush, Kia New Picanto dan Suzuki Ertiga. Kemudian pilihan mengerucut ke arah Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio yang akhirnya kami sepakat memilih Honda Mobilio.

D 1286 ABS, mobil pertama kami yang bakal kami masukan dalam sejarah keluarga kami. Kalau nanti anak-anak nanya "Pa, mobil papa yang pertama apa?". Gw bakal jawab, "Honda Mobilio nak..dan papa belinya kredit."

"Wow kredit!! aku bangga sama papa..", tuh kan...anaknya juga bangga kredit :))

Ya itu aja sih, gw ga mau ngebahas secara teknikal kenapa gw milih Mobilio dan bagaimana spek-nya. Kalau mau baca tentang review Honda Mobilio, ditunggu aja deh, tapi ga janji :)

Photo dari sales-nya, masih di gudang
Udah dirumah..
UPDATE!!

Ternyata nomer polisi D 1286 ABS itu nomer polisi sementara (surat jalan sementara). Setelah STNK asli keluar, nomer polisi yang fix ternyata jadi D 1491 ABR. Hehehehe

Nopol Narsis :))


.

Senin, 31 Maret 2014

Share dan Review Vendor Pernikahan (BAB VI: Live Music and Entertainment)


Manusia ga bisa hidup tanpa musik (dan oksigen). Begitu juga dengan sepasang kekasih dan para tetamu undangan di sebuah acara resepsi pernikahan. Tanpa hiburan musik, acara bakal berjalan dengan sunyi senyap, ga hidup, kayak ngadain resepsi di kuburan tua.

Oleh karena itulah, untuk menghidupkan suasana di acara resepsi, pilihan kami jatuh pada perpaduan indah dari 2 pihak profesional di Bandung, yaitu Wijaya Music (www.wijayamusicentertainment.com) dan Inten Dewangga (www.intendewangga.com). Keduanya bukanlah nama yang asing di dunia entertainment Bandung.

Untuk Wijaya Music, kami memilih paket yang kami lupa namanya apa. Harganya kami juga lupa. Untuk review Wijaya Music jadinya kami ga bisa banyak ulas karena banyak lupanya..hahahahaha.. tapi satu hal yang kami ingat, pemainnya profesional semua, penyanyinya juga suaranya merdu sekali sehingga lagu-lagu yang kami request bisa dibawakan dengan sempurna, soundnya juga sempurna, perfect kayak konser, flawless. Speechless lah dengernya, suasananya kebangun romantis sepanjang acara :)

Suara mbak penyanyinya merdu
Nah, kalau untuk urusan entertainment tari-tarian (termasuk tarian penyambutan mempelai), musik adat dan MC, kami percayakan semuanya pada sang jagoan-jagoan dari Inten Dewangga. Berhubung saya dan istri berasal dari dua suku yang berbeda, Sunda dan Jawa, maka Inten Dewangga kami requestkan khusus untuk bisa mengkolaborasikan unsur kesenian dari kedua adat ini menjadi satu. Ditambah juga request kami untuk memasukkan unsur musik modern. Hasilnya? Tak diduga!! penyatuan keseniannya unik, kreatif dan apik!! Diawali dengan penyambutan tarian kolaborasi adat plus alunan saxophone-nya Wijaya Music, kemudian tarian adat jawa dan sunda diiringi gamelan full bener-bener nunjukin kalau dua adat ini bisa disatukan secara cantik, seperti cinta saya dan istri (cie gituh..)

Penyambutan diiringi kolaborasi Inten dan WIjaya
Tarian kolaborasi Jawa-Sunda
Gamelan pengiring

Ga cuman itu, Inten Dewangga juga memimpin acara adat kami setelah akad nikah.

Acara adat setelah akad
Kesimpulannya, kami berdua merasa terhibur dengan kolaborasi dari Wijaya Music dan Inten Dewangga. Ga nyesel, malah pengen berterima kasih sekali udah bikin acara resepsi kami jadi hidup dan wah :) Recommended!!!

.

Share dan Review Vendor Pernikahan (BAB V: Undangan & souvenir)


Undangan adalah satu hal yang penting dalam acara suatu pernikahan. Apalah artinya acara yang sudah dipersiapkan dengan matang dan cantik tapi ga ada seorang pun yang datang untuk menikmatinya. 'Krik-krik banget', kalau kata jangkrik.

Untuk acara istimewa kami, undangan yang kami sebar adalah dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Undangan dalam bentuk softcopy kami khususkan untuk teman-teman sebaya kami yang kami kirimkan lewat email atau fesbuk. Lumayan mengurangi ongkos cetak hardcopy..muehehehe :p

Desain undangan softfopy

Sedangkan untuk undangan dalam bentuk hardcopy, kami berdua sepakat untuk membuatnya dalam bentuk yang bisa bermanfaat bagi para tamu. Kami tidak mau bikin undangan yang sekedar cantik dan 'wah' tapi setelah itu dibuang begitu saja. Buang-buang duit, mubazir, sayang, dosa. Kami mencoba mengambil pelajaran dari undangan-undangan kerabat yang sering kami dapatkan. Desainnya wah, cantik, mewah, pakai emboss dan beludru. Tapi abis itu apa? dibuang! karena kalau disimpen juga ga ada guna. Sayang kan? Tapi kalau karena itu kami memilih pakai desain yang biasa-biasa aja, kami ga mau juga. Karena kami harus pencitraan buat acara kami yang cuman sekali seumur hidup. hehehe..

Dengan budget minim tapi harus nyetak sekitar 750-800 biji, kami memutar otak. Bagaimana caranya bisa membuat undangan yang cantik, ga biasa, tapi bisa bermanfaat dan murah. Akhirnya dari sekian banyak ide, kami memutuskan untuk mendesain sendiri undangan kami dalam bentuk frame foto dengan kesan yang mewah dan klasik. Kami pun sepakat langsung membuatnya ke salah satu percetakan di daerah Astana Anyar, Bandung. Karena kalau lewat vendor, harganya kami prediksi bakal mahal sekali.

Info: Kalau mau dapet undangan yang murah tapi bagus, kami sarankan untuk langsung aja dateng ke percetakan. Kalau di Bandung silahkan cari di Jalan Astana Anyar. Hampir semua percetakan disana udah ahli banget. Harganya juga miring :)

Kalau kami hitung-hitung, desain undangan yang kami buat kalau lewat vendor pasti bakal jatuh di sekitaran 13-15ribu per bijinya. Sedangkan harga deal kami yang kami dapatkan di percetakan yang kami pilih adalah 8ribu-an. Hemat banget ga jatuhnya? ahahaha :)

Undangan Photo Frame desain sendiri
Lembar undangannya

Dalemannya

Yang mau lihat desain undangan kami, silahkan cek kemari

Untuk kedua undangan, baik itu hardcopy maupun softcopy, semuanya gw desain sendiri dibantu masukan dari istri. Alasannya biar hasilnya unik dan ga ngikut tren desain yang udah ada, sekaligus mengasah skill desain :)

And you know what? undangan fisik yang gw kasih untuk temen-temen kantor gw sampe sekarang masih mereka pake buat majang foto keluarga mereka di meja masing-masing. Ga dibuang :) see? kalau bisa buat yang cantik, murah dan bermanfaat, ngapain milih yang cantik, mahal tapi jadi sampah (dan dosa) nantinya.

Nah, untuk souvenir, kami sepakat memilih placemat. Souvenir ini kami ambil dari salah satu vendor souvenir online di Jogja (tapi kami lupa situs online nya apa). Untuk souvenir ini agak gambling juga karena dikerjakan diluar kota sehingga pengerjaannya ga bisa dipantau. Dan gambling lagi karena resiko pengiriman dari Jogja ke Bandung yang bisa saja merusak barangnya. Jadi kami hanya bisa berharap semoga ga mengecewakan sesampainya di bandung.

Tapi...

Setelah barang dikirim ke rumah, kami liat hasilnya bagus sekali, cantik dan rapi. Packagingnya juga menarik :) Alhamdulillah ya, gamblingnya berakhir sempurna. 

placemate souvenir

Yaudah, sekian review untuk undangan dan souvenirnya ya. Next BAB gw mau bahas tentang live music dan hiburan yang kami pilih untuk acara resepsi kami. Just wait, okeh...

....mmuaahh


.

  © This site designed by ndakmaupakeotak @2008