Senin, 31 Maret 2014

Share dan Review Vendor Pernikahan (BAB VI: Live Music and Entertainment)


Manusia ga bisa hidup tanpa musik (dan oksigen). Begitu juga dengan sepasang kekasih dan para tetamu undangan di sebuah acara resepsi pernikahan. Tanpa hiburan musik, acara bakal berjalan dengan sunyi senyap, ga hidup, kayak ngadain resepsi di kuburan tua.

Oleh karena itulah, untuk menghidupkan suasana di acara resepsi, pilihan kami jatuh pada perpaduan indah dari 2 pihak profesional di Bandung, yaitu Wijaya Music (www.wijayamusicentertainment.com) dan Inten Dewangga (www.intendewangga.com). Keduanya bukanlah nama yang asing di dunia entertainment Bandung.

Untuk Wijaya Music, kami memilih paket yang kami lupa namanya apa. Harganya kami juga lupa. Untuk review Wijaya Music jadinya kami ga bisa banyak ulas karena banyak lupanya..hahahahaha.. tapi satu hal yang kami ingat, pemainnya profesional semua, penyanyinya juga suaranya merdu sekali sehingga lagu-lagu yang kami request bisa dibawakan dengan sempurna, soundnya juga sempurna, perfect kayak konser, flawless. Speechless lah dengernya, suasananya kebangun romantis sepanjang acara :)

Suara mbak penyanyinya merdu
Nah, kalau untuk urusan entertainment tari-tarian (termasuk tarian penyambutan mempelai), musik adat dan MC, kami percayakan semuanya pada sang jagoan-jagoan dari Inten Dewangga. Berhubung saya dan istri berasal dari dua suku yang berbeda, Sunda dan Jawa, maka Inten Dewangga kami requestkan khusus untuk bisa mengkolaborasikan unsur kesenian dari kedua adat ini menjadi satu. Ditambah juga request kami untuk memasukkan unsur musik modern. Hasilnya? Tak diduga!! penyatuan keseniannya unik, kreatif dan apik!! Diawali dengan penyambutan tarian kolaborasi adat plus alunan saxophone-nya Wijaya Music, kemudian tarian adat jawa dan sunda diiringi gamelan full bener-bener nunjukin kalau dua adat ini bisa disatukan secara cantik, seperti cinta saya dan istri (cie gituh..)

Penyambutan diiringi kolaborasi Inten dan WIjaya
Tarian kolaborasi Jawa-Sunda
Gamelan pengiring

Ga cuman itu, Inten Dewangga juga memimpin acara adat kami setelah akad nikah.

Acara adat setelah akad
Kesimpulannya, kami berdua merasa terhibur dengan kolaborasi dari Wijaya Music dan Inten Dewangga. Ga nyesel, malah pengen berterima kasih sekali udah bikin acara resepsi kami jadi hidup dan wah :) Recommended!!!

.

Share dan Review Vendor Pernikahan (BAB V: Undangan & souvenir)


Undangan adalah satu hal yang penting dalam acara suatu pernikahan. Apalah artinya acara yang sudah dipersiapkan dengan matang dan cantik tapi ga ada seorang pun yang datang untuk menikmatinya. 'Krik-krik banget', kalau kata jangkrik.

Untuk acara istimewa kami, undangan yang kami sebar adalah dalam bentuk hardcopy dan softcopy. Undangan dalam bentuk softcopy kami khususkan untuk teman-teman sebaya kami yang kami kirimkan lewat email atau fesbuk. Lumayan mengurangi ongkos cetak hardcopy..muehehehe :p

Desain undangan softfopy

Sedangkan untuk undangan dalam bentuk hardcopy, kami berdua sepakat untuk membuatnya dalam bentuk yang bisa bermanfaat bagi para tamu. Kami tidak mau bikin undangan yang sekedar cantik dan 'wah' tapi setelah itu dibuang begitu saja. Buang-buang duit, mubazir, sayang, dosa. Kami mencoba mengambil pelajaran dari undangan-undangan kerabat yang sering kami dapatkan. Desainnya wah, cantik, mewah, pakai emboss dan beludru. Tapi abis itu apa? dibuang! karena kalau disimpen juga ga ada guna. Sayang kan? Tapi kalau karena itu kami memilih pakai desain yang biasa-biasa aja, kami ga mau juga. Karena kami harus pencitraan buat acara kami yang cuman sekali seumur hidup. hehehe..

Dengan budget minim tapi harus nyetak sekitar 750-800 biji, kami memutar otak. Bagaimana caranya bisa membuat undangan yang cantik, ga biasa, tapi bisa bermanfaat dan murah. Akhirnya dari sekian banyak ide, kami memutuskan untuk mendesain sendiri undangan kami dalam bentuk frame foto dengan kesan yang mewah dan klasik. Kami pun sepakat langsung membuatnya ke salah satu percetakan di daerah Astana Anyar, Bandung. Karena kalau lewat vendor, harganya kami prediksi bakal mahal sekali.

Info: Kalau mau dapet undangan yang murah tapi bagus, kami sarankan untuk langsung aja dateng ke percetakan. Kalau di Bandung silahkan cari di Jalan Astana Anyar. Hampir semua percetakan disana udah ahli banget. Harganya juga miring :)

Kalau kami hitung-hitung, desain undangan yang kami buat kalau lewat vendor pasti bakal jatuh di sekitaran 13-15ribu per bijinya. Sedangkan harga deal kami yang kami dapatkan di percetakan yang kami pilih adalah 8ribu-an. Hemat banget ga jatuhnya? ahahaha :)

Undangan Photo Frame desain sendiri
Lembar undangannya

Dalemannya

Yang mau lihat desain undangan kami, silahkan cek kemari

Untuk kedua undangan, baik itu hardcopy maupun softcopy, semuanya gw desain sendiri dibantu masukan dari istri. Alasannya biar hasilnya unik dan ga ngikut tren desain yang udah ada, sekaligus mengasah skill desain :)

And you know what? undangan fisik yang gw kasih untuk temen-temen kantor gw sampe sekarang masih mereka pake buat majang foto keluarga mereka di meja masing-masing. Ga dibuang :) see? kalau bisa buat yang cantik, murah dan bermanfaat, ngapain milih yang cantik, mahal tapi jadi sampah (dan dosa) nantinya.

Nah, untuk souvenir, kami sepakat memilih placemat. Souvenir ini kami ambil dari salah satu vendor souvenir online di Jogja (tapi kami lupa situs online nya apa). Untuk souvenir ini agak gambling juga karena dikerjakan diluar kota sehingga pengerjaannya ga bisa dipantau. Dan gambling lagi karena resiko pengiriman dari Jogja ke Bandung yang bisa saja merusak barangnya. Jadi kami hanya bisa berharap semoga ga mengecewakan sesampainya di bandung.

Tapi...

Setelah barang dikirim ke rumah, kami liat hasilnya bagus sekali, cantik dan rapi. Packagingnya juga menarik :) Alhamdulillah ya, gamblingnya berakhir sempurna. 

placemate souvenir

Yaudah, sekian review untuk undangan dan souvenirnya ya. Next BAB gw mau bahas tentang live music dan hiburan yang kami pilih untuk acara resepsi kami. Just wait, okeh...

....mmuaahh


.

  © This site designed by ndakmaupakeotak @2008